happiness

Selasa, 29 November 2011

“ SUBNETING IP VERSI 4 “


asd.png
  SUBNETING IP VERSI 4 “
Sekitar 1993, sistem kelas-kelas ini secara rasminya telah digantikan dengan Classless Inter-Domain Routing (CIDR), dan skema berasaskan kelas dipanggil classful (berkelas-kelas), sebagi lawannya
Alamat IP dikategorikan ke dalam dua kategori:
 
Private Addresses:
Ini adalah alamat yang digunakan pada jaringan swasta, dan yang tidak terlihat di Internet. Mereka sering digunakan dengan alamat penerjemah jaringan untuk menyambung ke Internet umum global.

Public Addresses:
Ini adalah Internet Assigned Numbers Authority (IANA) terdaftar alamat yang terlihat di Internet.

Alamat IP versi 6
Generasi selanjutnya dari Internet Protocol, yang bertujuan untuk menggantikan IPv4 dan untuk mengembangkan kemampuan Internet menangani di Internet, yang akhirnya dinamakan Internet Protocol Version 6 (IPv6). Alamat ukuran telah meningkat dari 32-128 bit atau 16 octets yang murah bahkan dengan tugas dari jaringan blok, dianggap cukup untuk masa depan dpt diduga.

Statis dan alamat IP dinamis
Ketika sebuah komputer dikonfigurasi untuk menggunakan alamat IP yang sama setiap kali kekuasaan atas, hal ini dikenal sebagai alamat IP statis. Sebaliknya, dalam situasi saat komputer dari alamat IP yang ditetapkan secara otomatis, ia juga dikenal sebagai alamat IP dinamis.
IP Address Assignment Methods
Alamat IP dapat terjadi melalui salah satu dari cara berikut:
asd.pngMenetapkan alamat IP secara dinamis melalui Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP): alamat IP yang diberikan melalui DHCP server dianggap sebagai alamat IP yang ditetapkan secara dinamis. DHCP server yang memberikan alamat IP yang ditentukan dari rentang alamat IP.
Menetapkan alamat IP secara manual: menetapkan alamat IP secara manual dapat memakan waktu, dan dapat mengakibatkan digandakan alamat IP tugas. Alamat IP secara manual biasanya terjadi jika tidak ada konfigurasi DHCP server pada jaringan dan jaringan tersedia beberapa segmen jaringan atau komputer memiliki alamat IP statis atau pengguna mengkonfigurasi komputer di jaringan server penting seperti kontroler domain atau DNS server.
Menetapkan alamat IP secara otomatis melalui Otomatis Private IP Addressing (APIPA): APIPA dapat digunakan sebagai alternatif bila tidak ada DHCP server keluar untuk menetapkan alamat IP secara dinamis. APIPA bekerja baik pada jaringan kecil, bila komputer ini digunakan pada lebih dari satu jaringan.

Special IP addresses:
Beberapa alamat IP yang khusus untuk tujuan tertentu.
Jaringan segmen ke alamat yang ditentukan zeros/0s: Menunjukkan jaringan ini atau subnet (jaringan lokal).
Jaringan segmen ke alamat yang ditentukan ones/1s: Menunjukkan jaringan ini dan semua yang terkait subnets.
Alamat yang digunakan untuk menguji Loopback.
Alamat host dari semua zeros/0s: Alamat biasanya digunakan dalam tabel routing, dan ketika referensi jaringan, namun tidak khusus host pada jaringan.
Alamat host dari semua ones/1s: Ini digunakan sebagai alamat broadcast untuk semua node pada jaringan tertentu.
Setting IP

asd.pngDi Linux (Ubuntu)
Masuk ke Konsole kemudian jadi root dengan mengetik sudo su, kemudian ketik :
ifconfig netmask
Sebagai contoh :
ifconfig eth1 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
1.      Alamat Unicast
2.     Alamat Broadcast
3.     Alamat Multicast


Kelas-kelas alamat
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
asd.png
Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

 Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.


Alamat Unicast

Jenis-jenis alamat unicast

·        Alamat publik

alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
asd.pngKetika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

·        Alamat ilegal

Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

·        Alamat Privat

Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
  • 10.0.0.0/8
  • asd.png172.16.0.0/12
  • 192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
  • 169.254.0.0/16

*    10.0.0.0/8

Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

*    172.16.0.0/12

Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

*    192.168.0.0/16

Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

*    169.254.0.0/16

Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).

asd.pngAlamat Multicast

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.

Alamat Broadcast

Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya

Network Broadcast

Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255

Subnet broadcast

Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255.

All-subnets-directed broadcast

Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless).

asd.pngLimited broadcast

Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya
v Format Paket IPv4
Paket-paket data dalam protokol IP dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan muatan IP (payload). Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Sedangkan payload IP berisi informasi yang dikirimkan.
Header IP terdiri atas beberapa  field sebagai berikut :
1.      Version. Digunakan untuk mengindikasikan versi dari header IP yang digunakan.
2.     Internet Header Length. Digunakan untuk mengindikasikan ukuran header IP.
3.     Type of Service. Field ini digunakan untuk menentukan kualitas transmisi dari sebuah datagram IP.
4.     Total Length. Merupakan panjang total dari datagram IP, yang mencakup header IP dan muatannya.
5.     Identification. Digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah paket IP tertentu yang akan difragmentasi..
6.     Flags. Berisi dua buah flag yang berisi apakah sebuah datagram IP mengalami fragmentasi atau tidak.
v IPv4 Kelas C
v Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID
Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang digunakan :
1.      asd.pngNetwork ID tidak boleh sama dengan 127. Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu desimal untuk menunjuk dirinya sendiri.
2.     Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255. Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
3.     Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0. IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host.
v Subnetting
v Subnetting Alamat IPv4 kelas C
Lapora ini hanyalah selenting pengetahuan tentang cara Mengkofigurasi IP Address version 4 (IPv4) pada Windows XP. Berbagai sumber sudah banyak yang membahas cara mengkonfigurasi IP Address pada windows XP, namun masih jarang yang membahas secara mendetail tentang IP Address version 4 (IPv4) pada Windows XP, ini hanyalah ulasan singkat dari sumber yang ada.
Pada IP versi 4, dikenal dengan IPv4 atau IP saja (tanpa v4), nomor IP terdiri dari 32binary digit (bit), yang terbagi dalam 4 octet (per-delapan Alamat). IPv4 Berdasarkan Oktet Pertama Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Sebagai Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier atau host ID) dan alamat jaringan (network identifier atau net ID). Setiap host ID harus unik, artinya tidak boleh sama dalam satu jaringan tersebut.
Tidak selamanya dalam pengujian IP akan langsung sukses, Ada 3 kemungkinan hasil dari pengujian dengan perintah ping yaitu:
1.DHU (Destination Host Unreachable)
Hasil menunjukkan bahwa kesalahan kemungkinan pada Komputer user bukan Komputer tujuan.  Solusi nya : Silahkan sobat cek apakah Lan card di komputer Apakah sudah terpasang dengan benar Cek kembali penulisan IP Address pada komputer, dan check kembali apakah kabel lan sudah terpasang dengan benar.
Picture 019.jpg2. RTO (Request Time Out)
Hasil menunjukkan bahwa kesalahan kemungkinan pada komputer tujuan.
Solusi nya : Cek kembali penulisan IP Tujuan pada sintaks ping (IP Tujuan), cek kembali apakah pemasangan kabel sudah tepat di Komputer tujuan, dan cek kembali NetID pada komputer tujuan, Matikan Firewall di kedua komputer
3. Replay from
Hasil menunjukkan bahwa komputer sudah dapat mengirimkan paket data dari komputer 1 ke komputer tujuan dan komputer tujuan membalas kiriman paket data yang sudah sobat kirimkan tadi. Kesimpulan nya sudah pasti sukses.



KAY SIBUNGSU




Tidak ada komentar:

Posting Komentar