Kamis, 16 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
laporan 1
LAPORAN PRAKTIKUM 1
INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER
SEMESTER IX

OLEH:
NAMA: RUKAIYAH
16731/2010
GROUP:2F12
PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
A. TUJUAN
1. Dengan mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat Cara Membuat kabel utp Cross dan stright.
2. Setelah mempelajari prakuliahan ini mahasiswa diharapkan mengetahui untuk apa dipakai kabel tersebut dan cara menghubungkan kabel-kabel tersebut dengan benar.
B. ALAT DAN BAHAN
Ø UTP Cable
Ø Konektor RJ-45
Ø Crimping Tool
Ø Cable Stripper
Ø Cable Tester
Ø Stripping tools
Ø Snipping tools
Ø Modular jack
C. TEORI SINGKAT
A. Kabel Straight
ü Urutan Ujung A
a) Putih Orange
b) Orange
c) Putih Hijau
d) Biru
e) Putih Biru
f) Hijau
g) Putih Coklat
h) Coklat
ü Urutan Ujung B
a) Putih Orange
b) Orange
c) Putih Hijau
d) Biru
e) Putih Biru
f) Hijau
g) Putih Coklat
h) Coklat
B. Kabel Cross
ü Urutan Ujung A
a) Putih Orange
b) Orange
c) Putih Hijau
d) Biru
e) Putih Biru
f) Hijau
g) Putih Coklat
h) Coklat
ü Urutan Ujung B
a) Putih Hijau
b) Hijau
c) Putih Orange
d) Putih Coklat
e) Coklat
f) Orange
g) Biru
h) Putih Biru
ü UTP Cable - Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis UTP (Unshielded Twistet Pair)
ü Konektor RJ-45 – RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45
ü Crimping Tool - Alat yang kita gunakan untuk memasang kabel jaringan. Peralatan ini memiliki multi fungsi, diantaranya bisa memotong kabel, membuka bungkus kabel (jacket) dan menjepit kepala konektor
ü Cable Stripper – Digunakan untuk memotong benang halus yang ada didalam kabel dan juga bisa digunakan untuk memotong jacket pelindung kabel. Biasanya include dengan Crimping Tool
ü Cable Tester – Digunakan untuk menguji asil pemasangan kabel sudah benar atau belum
D. LANGKAH KERJA
v Siapkan kabel UTP sepanjang yang kita ingin gunakan. Yang penting harus perhatikan aturan panjang kabel, yaitu minimal 1 meter dan maksimal 100 meter. Jika lebih dari 100 meter, maka tingkat LOS (Loss of Signal) akan semakin tinggi.
v Potonglah kulit luar dari kabel (jacket) kira-kira 1/2 inchi dari ujung kabel. Gunakanlah Cable Stipper untuk melakukan hal ini
v Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah 8 kabel warna warni tersebut dengan standard yang sudah ditetapkan (standard EIA/TIA).
v Untuk membuat kabel Straight-through Cable kita tinggal menyusun kabel seperti gambar T568B untuk kedua ujungnya (T568B – T568B) dan untuk membuat Crossover Cable, susunlah kabel untuk ujung pertama dengan susunan pada gambar T568A dan ujung satunya lagi T568B (T568A – T568B)
v Setelah tersusun dengan rapi dan sesuai dengan urutan warnanya, pastikan bahwa ujung-ujung kabel tersebut rata. Jika belum rata, potonglah dengan menggunakan Crimping Tool.
v Kemudian masukkan kabel-kabel yang sudah tersusun dgn rapi ke dalam konektor RJ-45. Tekan kabel-kabel tersebut sampai mentok ke ujung dari konektor kita. Amati kembali sebelum melangkah lebih jauh, jgn sampai ada kabel yang keluar dari jalur lempengan tembaga yang ada didalam konektor
v Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 pada Crimping Tool dan tekanlah gagang dari crimping tool dengan cukup kuat, agar pin tembaganya menjepit dengan erat kabel UTP. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.
v Tahap terakhir adalah menguji hasil kerjaan kita dengan menggunakan network cable tester. Cara penggunaannya sangat mudah sekali, masukkan kedua ujung konektor pada masing – masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator yang berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding. Jika semua lampu hidup secara berurutan pada kedua tester, berarti pembuatan untuk jenis kabel Straight-through telah berhasil.
E. ANALISIS.
Kenapa kita masih perlu mempelajari cara membuat kabel jaringan ini? Padahal teknologi nirkabel sudah nge-trend dikalangan masyarakat kita. Suatu hal itu tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Teknologi nirkabel memiliki kemampuan terbatas dalam melakukan maksimum transfer, yaitu sekitar 54 Mbps. Sedangkan menggunakan kabel sekitar 100 Mbps. Nah tentu saja menggunakan kabel jauh lebih cepat daripada nirkabel.
Persiapan yang harus dilakukan adalah menyiapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Yang kedua, kita harus tahu kabel tersebut digunakan untuk apa saja. Ketiga, kita harus mengetahui jenis-jenis kabel jaringan.
F. KESIMPULAN
1. Kabel Straight
Kabel Straight susun dengan aturan warna-warna dan kegunaannya adalah Menghubungkan PC dengan HUB/Switch.
2. Kabel Cross. kabel Cross susun dengan aturan warna-warna dan kegunaannya adalah Menghubungkan PC ke PC langsung tanpa HUB/Switch.
Menghubungkan HUB/Swicth dengan HUB/Switch.
3. Untuk membedakan antara kabel cross dengan kabel straigh adalah perhatikan ujung dari kedua kabel tersebut lihat diagram-nya bila yang pertama adalah putih orange lalu kedua putih orange juga sudah pasti itu kabel straight, sedangkan kabel cross salah satu ujungnya dimulai dengan putih hijau.
Jumat, 09 Desember 2011
Disklesscomputer kelompok 15
Pengertian Diskless
Diskless komputer merupakan seperangkat komputer yang tidak memiliki komponen harddisk atau disket untuk beroperasi.
Mungkin banyak yang heran. Bagaimana mungkin sebuah komputer bisa beroperasi tanpa adanya komponen penyimpan data seperti harddisk atau disket. Bagaimana bisa melakukan operasi booting kalau tidak ada harddisk atau disket.
Mungkin banyak yang heran. Bagaimana mungkin sebuah komputer bisa beroperasi tanpa adanya komponen penyimpan data seperti harddisk atau disket. Bagaimana bisa melakukan operasi booting kalau tidak ada harddisk atau disket.
Cara Kerja Diskless
Bila suatu PC akan dihubungkan ke suatu jaringan (network) maka terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
- Memiliki Network Card
- Memiliki identitas (dalam hal ini nomor IP)
- Operating System Image
- Filesystem yang bekerja
Untuk mempermudah istilah maka beberapa singkatan akan dipergunakan:
WS = Work Station
SV = Server
HWA = Hardware Address
IPA = IP Address
NA = Network Address
BC = Broadcast Address
SN = SubNet
Cara Kerja Jaringan Diskless.
1. Booting melalui Jaringan
Booting melalui jaringan merupakan konsep lama, ide dasarnya adalah komputer client dengan kode booting seperti BOOTP atau DHCP dalam memory non-volatile (ROM) chips mendapatkan system seperti file root server dalam suatu jaringan ketika komputer client tidak dilengkapi dengan media penyimpanan. Misalnya harddisk.
2. Teori Sistem Diskless
Dalam suatu jaringan, setiap komputer yang terhubung dengan komputer lainnya akan melakukan proses pertukaran data yang cukup kompleks. Setidaknya, ada beberapa hal yang dipenuhi komputer-komputer dalam jaringan tersebut, yaitu:
· Kartu Jaringan (ethernet card)
· IP address
· Image Kernel
· dan File system
Proses Sistem Diskless
1. Saat dinyalakan, komputer client mencari kernel di disket atau EEPROM pada ethernet card kemudian melakukan proses booting.
2. Saat proses booting, komputer client akan segera mencari DHCP Server ke jaringan local.
3. Proses inetd pada server akan menjalankan DHCP daemon untuk menanggapi permintaan komputer terminal/client.
4. DHCP akan membaca proses dari konfigurasi file /etc/dhcpd.conf dan mencocokkan alamat hardware (MAC) dari Ethernet card yang melakukan proses. Jika alamat tersebut telah cocok maka DHCP akan mengirimkan kembali informasi tersebut. Bagian informasi yang akan diberikan oleh DHCP adalah:
· Alamat IP dari komputer terminal tersebut
· Netmask dari jaringan local
· Direktori dari file booting
· Nama dari kernel yang dikirim
Penggunaan Diskless
Dilihat dari cara kerjanya, sistem ini cocok untuk mereka yang memiliki dua komputer atau lebih. Dengan kata lain, sangat banyak banyak institusi yang bisa memanfaatkan teknologi diskless, misalnya :
a. Diskless untuk warung Internet
Aplikasi yang tidak kalah menarik adalah untuk warung Internet. Investasi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan investasi warnet biasa, dengan bermodalkan komputer lama, seperti pentium I di sisi client yang tidak dilengkapi dengan media penyimpanan seperti hardisk.
b. Diskless untuk rental komputer
Selain warnet, diskless dapat diterapkan untuk penyewaan komputer untuk pengetikan naskah dan mencetak di sekitar kampus ataupun sekolah. Jarang pelajar yang memiliki komputer pribadi, sehingga memungkinkan mereka untuk menyewa komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas.
c. Diskless untuk perkantoran
Banyak instansi yang masih memiliki komputer model lama seperti 486 ataupun pentium I dan pentium II. Tentu untuk menjalankan aplikasi terbaru, komputer tersebut tidak dapat melakukannya. Salah satu tindakan kreatif adalah menghubungkan komputer-komputer tersebut dalam suatu jaringan diskless.
d. Diskless untuk swalayan dengan banyak kasir.
Teknologi ini sangat cocok untuk pasar swalayan yang biasanya memiliki kasir yang cukup banyak.
e. Diskless kampus dan sekolah
f. Diskless untuk penelitian
Proyek penelitian tidak harus menggunakan komputer yang cukup canggih guna membantu mekanisme waktu kerja. Biaya tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan yang lebih penting. Cukup dengan satu server yang optimal dan komputer client dengan spesifikasi rendah sehingga jika terjadi kerusakan pada komputer client tidak terlampau maksimal.
Langganan:
Postingan (Atom)